(dari blog orang lain)
Purdi E. Chandra. Pada akhir tahun 1981, saya merasa tidak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Kemudian pada tahun 1982 saya mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.
Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat - hanya 2 orang - sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota di penjuru tanah air, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.
Sunday, February 20, 2011
bisnis WEBSITE, sulitkah?
(dari blog orang lain)
Koprol.com merupakan proyek iseng-iseng tanpa promosi di 2008, yang kemudian menjadi hot dengan jumlah anggota 52.000 member. Kendati belum serius membidik target, tanggapan pasar ternyata sangat positif. Tak sekedar tempat having fun, koprol.com juga berfungsi sebagai social city guidelines.
Pendiri Koprol
Pendiri Koprol
Urusan social media, Facebook, Twitter, Friendster, dan LinkedIn memang paling digandrungi di dunia. Boleh dibilang, belum ada yang mampu menyaingi hebatnya situs-situs tadi. Kesuksesan sejumlah situs jejaring sosial yang sejak beberapa tahun lalu mewabah di Indonesia, membuat bisnis ini juga dilirik oleh pemain lokal. Sejumlah website social media asli Indonesia pun bermunculan. Namun, hanya yang punya unique selling point yang mampu bertahan melawan “raksasa-raksasa” tadi.
Koprol.com merupakan proyek iseng-iseng tanpa promosi di 2008, yang kemudian menjadi hot dengan jumlah anggota 52.000 member. Kendati belum serius membidik target, tanggapan pasar ternyata sangat positif. Tak sekedar tempat having fun, koprol.com juga berfungsi sebagai social city guidelines.
Pendiri Koprol
Pendiri Koprol
Urusan social media, Facebook, Twitter, Friendster, dan LinkedIn memang paling digandrungi di dunia. Boleh dibilang, belum ada yang mampu menyaingi hebatnya situs-situs tadi. Kesuksesan sejumlah situs jejaring sosial yang sejak beberapa tahun lalu mewabah di Indonesia, membuat bisnis ini juga dilirik oleh pemain lokal. Sejumlah website social media asli Indonesia pun bermunculan. Namun, hanya yang punya unique selling point yang mampu bertahan melawan “raksasa-raksasa” tadi.
bukan PRODUK makanan, tapi Nilai MAKANAN kan?
(dari blog orang lain)
Dapur Solo percaya kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada makanan, tapi juga pada value. Apa saja yang mereka tawarkan kepada pelanggan?
Jakarta tidak saja penuh dengan manusia atau kendaraan bermotor, tetapi juga penuh dengan tempat kuliner. Coba saja Anda menyusuri setiap sudut jalan di ibu kota. Anda bisa dengan mudah menemukan banyak tempat kuliner yang menawarkan beraneka menu. Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah Dapur Solo yang terletak di daerah Sunter, Jakarta Utara.
Dapur Solo, yang tak pernah sepi dari pengunjung ini, menawarkan hidangan berupa masakan-masakan tradisional Jawa, khususnya masakan Solo. Merunut sejarah berdirinya, Dapur Solo dimulai dengan suatu ketidaksengajaan yang diawali dari usaha kecil-kecilan. Adalah ide dari Swandani Kumarga, yang akrab dengan panggilan Swan, untuk memulai usaha kecil di garasinya dengan berjualan jus dan rujak.
Saat itu, omzet dari usaha kecil ini tidaklah banyak. Mungkin berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per hari. Oleh karena itu, Swan harus memutar otak dan mencurahkan semua idenya untuk mengembangkan usahanya ini. Pada tahun 1990, dengan segenap semangat bekerja dan entrepreneurship-nya, dia menyewa satu ruko dan membuka sebuah rumah makan yang kemudian dinamai dengan Rumah Makan Solo. “Dalam membangun rumah makan ini, saya memulainya dari awal, dengan modal keberanian,” tutur Swan.
Dapur Solo percaya kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada makanan, tapi juga pada value. Apa saja yang mereka tawarkan kepada pelanggan?
Jakarta tidak saja penuh dengan manusia atau kendaraan bermotor, tetapi juga penuh dengan tempat kuliner. Coba saja Anda menyusuri setiap sudut jalan di ibu kota. Anda bisa dengan mudah menemukan banyak tempat kuliner yang menawarkan beraneka menu. Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah Dapur Solo yang terletak di daerah Sunter, Jakarta Utara.
Dapur Solo, yang tak pernah sepi dari pengunjung ini, menawarkan hidangan berupa masakan-masakan tradisional Jawa, khususnya masakan Solo. Merunut sejarah berdirinya, Dapur Solo dimulai dengan suatu ketidaksengajaan yang diawali dari usaha kecil-kecilan. Adalah ide dari Swandani Kumarga, yang akrab dengan panggilan Swan, untuk memulai usaha kecil di garasinya dengan berjualan jus dan rujak.
Saat itu, omzet dari usaha kecil ini tidaklah banyak. Mungkin berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per hari. Oleh karena itu, Swan harus memutar otak dan mencurahkan semua idenya untuk mengembangkan usahanya ini. Pada tahun 1990, dengan segenap semangat bekerja dan entrepreneurship-nya, dia menyewa satu ruko dan membuka sebuah rumah makan yang kemudian dinamai dengan Rumah Makan Solo. “Dalam membangun rumah makan ini, saya memulainya dari awal, dengan modal keberanian,” tutur Swan.
karena KAMU yang butuh, bukan aKU!
(dari blog orang lain)
Membuat Produk yang Bakal Meledak!
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [President Director United Balimuda]
SUATU pagi di bulan Juni lalu, Sodik yang datang bersama beberapa pengusaha Semarang menemui saya ketika saya baru mendarat di airport Ahmad Yani untuk sebuah acara yang mereka adakan. Dia bertanya kepada saya sambil membawa sebuah produk,
"Pak Heppy ini produk yang baru saya kembangkan, sirup jahe pak, kira-kira bisa meledak nggak pak, produk ini baru lho pak masih belum beredar di pasaran" begitu kira-kira yang dia sampaikan kepada saya.
Saya sempat mencicipi sirup jahe yang dibuat Sodik itu. Menurut saya rasanya enak sekali karena kebetulan saya juga sangat menyukai wedang jahe dari dulu. Produk ini juga praktis dan mudah disajikan setiap saat. Dan yang penting lagi produk ini dibuat dengan biaya produksi yang sangat kompetitif per botolnya, sehingga dengan harga jual yang tidak terlampau tinggi bisa mendapatkan margin yang cukup bagus.
Membuat Produk yang Bakal Meledak!
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [President Director United Balimuda]
SUATU pagi di bulan Juni lalu, Sodik yang datang bersama beberapa pengusaha Semarang menemui saya ketika saya baru mendarat di airport Ahmad Yani untuk sebuah acara yang mereka adakan. Dia bertanya kepada saya sambil membawa sebuah produk,
"Pak Heppy ini produk yang baru saya kembangkan, sirup jahe pak, kira-kira bisa meledak nggak pak, produk ini baru lho pak masih belum beredar di pasaran" begitu kira-kira yang dia sampaikan kepada saya.
Saya sempat mencicipi sirup jahe yang dibuat Sodik itu. Menurut saya rasanya enak sekali karena kebetulan saya juga sangat menyukai wedang jahe dari dulu. Produk ini juga praktis dan mudah disajikan setiap saat. Dan yang penting lagi produk ini dibuat dengan biaya produksi yang sangat kompetitif per botolnya, sehingga dengan harga jual yang tidak terlampau tinggi bisa mendapatkan margin yang cukup bagus.
WIRASWASTa seenak pegawai NEGERI
(dari blog orang lain)
Ilmu dan Keterampilan Bisnis
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [Presiden Direktur United Balimuda]
Ada banyak alasan mengapa kita memulai bisnis. Namun ada tiga alasan utama yang membuat kita mau memulai bisnis. Tiga alasan itu adalah Financial Freedom, Passive Income, dan More Time.
Financial Freedom, kita memulai bisnis karena keinginan kita untuk terbebas dari masalah keuangan dan keterbatasan kemampuan keuangan. Kita ingin mampu memiliki segala sesuatu sesuai dengan keinginan, misalnya ingin membeli rumah bagus, kendaraan, atau baju bagus tanpa harus menunggu saat ada diskon. Atau ingin makan di restaurant favorit bersama keluarga dan bebas memilih makanan kesukaan tanpa harus melihat besaran angka yang ada di sebelah kanan menu yang kita inginkan.
Passive Income, dengan memilili bisnis kita membayangkan akan memiliki penghasilan tanpa harus selalu bekerja untuk mendapatkannya. Kita ingin bisnis yang kita miliki mengirimkan uang secara terus menerus. Ingin memiliki pendapatan yang terus mengalir selagi kita berlibur, selagi kita bepergian, bahkan kalau perlu selagi kita tidur.
Ilmu dan Keterampilan Bisnis
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [Presiden Direktur United Balimuda]
Ada banyak alasan mengapa kita memulai bisnis. Namun ada tiga alasan utama yang membuat kita mau memulai bisnis. Tiga alasan itu adalah Financial Freedom, Passive Income, dan More Time.
Financial Freedom, kita memulai bisnis karena keinginan kita untuk terbebas dari masalah keuangan dan keterbatasan kemampuan keuangan. Kita ingin mampu memiliki segala sesuatu sesuai dengan keinginan, misalnya ingin membeli rumah bagus, kendaraan, atau baju bagus tanpa harus menunggu saat ada diskon. Atau ingin makan di restaurant favorit bersama keluarga dan bebas memilih makanan kesukaan tanpa harus melihat besaran angka yang ada di sebelah kanan menu yang kita inginkan.
Passive Income, dengan memilili bisnis kita membayangkan akan memiliki penghasilan tanpa harus selalu bekerja untuk mendapatkannya. Kita ingin bisnis yang kita miliki mengirimkan uang secara terus menerus. Ingin memiliki pendapatan yang terus mengalir selagi kita berlibur, selagi kita bepergian, bahkan kalau perlu selagi kita tidur.
ayam McDonald, kenapa berhasil tetap?
(dari blog orang lain)
Sukses Bisnis Bukan tentang Apa yang Anda Lakukan
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp (President Director United Balimuda)
Ketika suatu saat Anda ingin menjamu orang yang sangat penting bagi Anda, apakah itu rekan bisnis atau teman lama atau customer Anda, restoran mana kira - kira yang akan anda pilih? Hampir dapat dipastikan anda akan memilih restoran yang terbaik bukan? Restoran yang berkelas, yang menyediakan makanan enak dengan suasana yang menyenangkan.
Dan yang hampir pasti anda tidak akan memilih Mc Donald untuk kepentingan Anda tersebut, karena Anda menganggap bahwa restoran yang terbaik itu jauh lebih baik makanannya ketimbang mc Donald. Di mc donald hanya ada ayam goreng biasa saja, seperti ayam goreng di restoran siap saji yang lain, tidak ada istimewanya, burgernya yang segede mangkok, kurang cocok untuk orang penting yang akan kita jamu.
Kalau kita perhatikan mengapa banyak restoran yang kita anggap istimewa di masa lalu sekarang banyak yang tidak kita lihat lagi keberadaanya? Mengapa diantaranya banyak yang gulung tikar sedangkan mc Donald yang sejak dulu kita kenal, yang makanannya biasa-biasa saja itu masih terus mencetak uang bermilyar-milyar jumlahnya sampai hari ini. Saya punya teman salah satu pemasok ayam di salah satu gerai mc Donald yang buka 24 jam, dia mengatakan penjualan gerai itu saja memerlukan ribuan ekor ayam setiap harinya!
Sukses Bisnis Bukan tentang Apa yang Anda Lakukan
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp (President Director United Balimuda)
Ketika suatu saat Anda ingin menjamu orang yang sangat penting bagi Anda, apakah itu rekan bisnis atau teman lama atau customer Anda, restoran mana kira - kira yang akan anda pilih? Hampir dapat dipastikan anda akan memilih restoran yang terbaik bukan? Restoran yang berkelas, yang menyediakan makanan enak dengan suasana yang menyenangkan.
Dan yang hampir pasti anda tidak akan memilih Mc Donald untuk kepentingan Anda tersebut, karena Anda menganggap bahwa restoran yang terbaik itu jauh lebih baik makanannya ketimbang mc Donald. Di mc donald hanya ada ayam goreng biasa saja, seperti ayam goreng di restoran siap saji yang lain, tidak ada istimewanya, burgernya yang segede mangkok, kurang cocok untuk orang penting yang akan kita jamu.
Kalau kita perhatikan mengapa banyak restoran yang kita anggap istimewa di masa lalu sekarang banyak yang tidak kita lihat lagi keberadaanya? Mengapa diantaranya banyak yang gulung tikar sedangkan mc Donald yang sejak dulu kita kenal, yang makanannya biasa-biasa saja itu masih terus mencetak uang bermilyar-milyar jumlahnya sampai hari ini. Saya punya teman salah satu pemasok ayam di salah satu gerai mc Donald yang buka 24 jam, dia mengatakan penjualan gerai itu saja memerlukan ribuan ekor ayam setiap harinya!
BEBEK vs Kuda
(dari blog orang lain)
Knock the Right Door
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [President Director United Balimuda]
Usai memenangkan sebuah pertempuran, seorang jenderal di sebuah kerajaan China kuno membawa pasukannya pulang ke kota raja. Agar cepat sampai tujuan dia memerintahkan pasukannya mengambil jalan pintas hingga tiba di pinggir sebuah sungai yang cukup lebar. Sang Jendral kemudian bertanya kepada seorang anak kecil yang sedang bermain di tempat itu.
"Nak, bisa tidak kuda-kuda saya melewati sungai ini?" tanyanya.
"Bisa," jawab anak kecil itu dengan sangat yakin.
Knock the Right Door
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [President Director United Balimuda]
Usai memenangkan sebuah pertempuran, seorang jenderal di sebuah kerajaan China kuno membawa pasukannya pulang ke kota raja. Agar cepat sampai tujuan dia memerintahkan pasukannya mengambil jalan pintas hingga tiba di pinggir sebuah sungai yang cukup lebar. Sang Jendral kemudian bertanya kepada seorang anak kecil yang sedang bermain di tempat itu.
"Nak, bisa tidak kuda-kuda saya melewati sungai ini?" tanyanya.
"Bisa," jawab anak kecil itu dengan sangat yakin.
Subscribe to:
Posts (Atom)